Tema : Tindakan nyata sobat bumi dalam menghemat energi dan menjaga lingkungan.
Akhir-akhir ini banyak penyuluhan tentang Hemat
Energi, baik itu dari pemerintah atau perusahaan-perusahaan seperti
Pertamina dan lain-lain.
Apa sih Penghematan
Energi itu?
Penghematan energi adalah tindakan mengurangi jumlah penggunaan
energi. Penghematan energi dapat dicapai dengan penggunaan energi secara
efisien
dimana manfaat yang sama diperoleh dengan menggunakan energi lebih
sedikit, ataupun dengan mengurangi konsumsi dan kegiatan yang
menggunakan energi. Penghematan energi dapat menyebabkan berkurangnya
biaya, serta meningkatnya nilai
lingkungan,
keamanan negara,
keamanan pribadi, serta kenyamanan. (sumber .
wikipedia )
Karena yang kita tahu, Jumlah
Energi yang terkandung di perut bumi semakin menipis. dan jika kita tidak menggunakannya dengan bijak, maka dalam kurun waktu tertentu, kita akan kehabisan
energi untuk melakukan berbagai macam aktivitas seperti penerangan, BBM untuk kendaraan, dan lain-lain.
Salah satunya cara untuk menghemat energi adalah dengan cara kita memperlakukan produk yang dihasilkan oleh energi sebijak mungkin.
Di Indonesia sendiri, kesadaran untuk menjaga
lingkungan sangatlah kecil. Seperti yang saya lihat pagi ini, saya
melihat pemandangan lagi-lagi seorang penumpang angkutan umum membuang sampah dari
jendela mobil ke jalan raya, baik itu sampah plastic ataupun botol minuman.
Hiks, pemandangan yang menyebalkan bagi saya. Disisi lain banyak iklan yang
berisikan bagaimana cara hidup SEHAT, tetapi banyak juga orang yang tidak
mengerti akan kebersihan. Mungkin dipikirannya “
ih, sebodo amat, yang penting rumah saya bersih, perkara Lingkungan / jalanan kotor
kan tanggung jawab pemerindah daerah”. Sungguh pikiran yang sempit.
Apakah mereka
juga tidak memikirkan bahwa petugas kebersihan “susah” membersihkan sampah
ditengah jalan, apalagi membersihkan sampah didalam selokan air. Mereka kadang
hanya membersihkan yang dilihat oleh mata, seperti dipinggir jalan dan
tempat-tempat yang terlihat oleh mata. Sehingga ketika musim penghujan tiba,
selokan air yang penuh dengan sampah tidak dapat menampung debit air yang
masuk, sehingga air menggenang di jalanan. Bahkan bisa menyebabkan
lingkungan menjadi banjir. Saya sendiri pernah mengalami 2 kali kebanjiran.(
disini)
Seperti yang
kita ketahui, sampah plastik tidak dapat hancur dengan cepat. Memerlukan waktu
hingga ribuan tahun lamanya. Ada baiknya kita bijak dalam penggunaan kantong plastik.
Kalau bisa kita tidak menggunakan kantong plastic untuk berbelanja. Ya, minimal
kita rubah kebiasaan kita berbelanja dengan membawa tas yang dapat dipakai berulang-ulang.
Ya, seperti shopping bag Go Green yang sudah ada di semua supermarket waralaba.
Dengan harga terjangkau kita bisa menggunakan shopping bag tersebut
berulang-ulang. Bahkan petugas supermarket akan memberikan pengurangan harga
jika kita tidak menggunakan kantong plastik. Tapi ya itu, kebanyakan masyarakat
maunya praktis. Mereka malas membawa tas Go Green / shopping bag / reusable
bag. Padahal sekarang ada reusable bag / tas pakai ulang yang sangat praktis. Bentuknya
bisa kecil jika dilipat, dan menjadi tas besar jika lipatan dibuka. Apakah kamu
sudah punya? Saya sudah punya loh, bentuknya strawberry kecil, jika dibuka bisa
seperti tas. Pokoknya mudah di cuci, kuat, keren penampilannya dan berguna
sekali.
 |
| cara melipat tas reusable bag (sumber tokopedia.com) |
Mudah-mudahan
banyak supermarket seperti Carrefour yang sudah melakukan penambahan harga Rp.
400/pcs jika kita tidak membawa kantong palstik / reusable bag sendiri. Ya,
sedikit terapi untuk para ibu-ibu bahwa kantong plastik itu mahal. Dan diharapkan
limbah plastik kresek berkurang. Amin.
Sebagai ibu
rumah tangga, saya juga memiliki limbah rumah tangga. Setelah saya mencari-cari
di internet info mengenai penanganan limbah rumah tangga, saya menemukan bahwa
Lubang Resapan Biopori ( LRB ) dapat digunakan untuk membuang sampah organic sekaligus
menyimpan air hujan. Wah, ternyata banyak kegunaannya. Saya lalu mengajak suami
untuk membuat LRB. Dan saya juga mengajak anak saya Aqila (3.5
thn)
bersama-sama membuang sampah organic ke LRB. Aqila senang, seperti mendapat
mainan baru.
Sekalian mengedukasi aqila
dalam menjaga
lingkungan.
Untuk sampah
anorganik, saya mengumpulkan di suatu tempat seperti kardus bekas. Jadi botol-botol
plastik kami kumpulkan dan kami berikan ke anak-anak / pemulung yang suka
mengumpulkan botol-botol bekas. Jadi saya tidak usah khawatir, sampah saya di “acak-acak”
oleh si pemulung, karena sampah anorganik sudah saya pisahkan. Sejauh ini para
pemulung tidak ada yang menolak jika saya beri botol-botol kosong tersebut. Ya,
anggap saja bersedekah dan tentunya membawa botol-botol tersebut untuk berguna
kembali / di daur ulang.
 |
| Bocah yang datang ke rumah untuk botol kosong |
Untuk urusan
berbelanja kebutuhan sehari-hari, saya tidak pernah membeli produk dalam
kemasan sachet, karena jika dipikir-pikir, jatuhnya jadi lebih mahal dan
sampahnya ditolak oleh pemulung. Kebetulan yang menguntungkan bukan?
Selain beberapa tindakan kecil diatas, kami sekeluarga berusaha
menjaga lingkungan dengan cara:
- Ketika
membeli makanan bubur ayam atau nasi uduk, kami selalu membawa tempat makan /
kotak makanan khusus yang tidak mudah tumpah. Aqila juga suka makan sambil
bermain ditaman. Dengan tempat makan yang tertutup, jadi lebih higienis dan
tentunya aqila makan dengan lahap sambil main perosotan.
- Selalu
mematikan peralatan listrik dan mencabut kabelnya ketika tidak digunakan.
Selain untuk menghindari terjadinya konsleting listrik juga untuk menghemat
listrik.
- Segera
mencabut charger ponsel ketika baterai menunjukkan tanda penuh. Selain menjaga
agar baterai awet juga menghemat listrik.
- Menghemat
air ketika mandi, wudhu dan saat menggosok gigi. Oh ya, kamar mandi saya tidak
memiliki bak air, hanya ember untuk mandi. Selain menghemat air, ember
juga mudah dibersihkan.
- Menghindari
tanda terima ATM dan tidak menerima kertas-kertas promosi (flier) kecuali
sungguh-sungguh membutuhkan informasinya. Toh, begitu tiba dirumah biasanya kertas-kertas
tersebut langsung menjadi sampah.
- Di
hari Minggu biasanya kami kerja bakti bersama-sama. Membersihkan kolam ikan, taman atau menanam biji buah-buahan yang kami
makan. Bukan pohon besar dan bagus. Hanya biji rambutan atau mangga sisa santapan
keluarga yang telah kering, kemudian ditanam di dalam pot atau kaleng bekas.
Aqila juga mendapat tanggungjawab menyirami pohon dan mendiskusikan bersama
ketika pohon ternyata mati atau terkena hama dan tumbuh kurus.
- Oh
ya, Aqila juga belajar menyimpan bekas sampahnya semisal bungkus permen dalam
tas atau saku baju. Setibanya di rumah, barulah di buang ke tempat sampah.
Baru inilah yang kami sekeluarga
lakukan, tentu saja kami juga ingin menanam pohon bersama di lereng gunung atau
kebun-kebun seperti tampak di televisi. Tapi yang terpenting bagi kami
sekeluarga adalah tidak sekedar berangan-angan. Kerjakan saja dulu sejauh yang
kami mampu.
Seperti kata mutiara : “Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek
moyang kita, kita meminjamnya dari
anak-anak kita. “ (Ancient Native American Proverb)
Ini Aksiku, Mana aksimu? Yuk Sharing di kolom komentar. Siapa tahu kita bisa saling berbagi.
Bukankah berbagi itu dapat pahala.. tentunya bisa saling menjaga lingkungan kan?
Yuk... Cintai lingkungan disekitarmu !!
Ingat, Semangat menjaga Indonesia agar lebih baik lagi, terutama lingkungannya, termasuk sikap cinta Indonesia loh...Yukkk Bersemangatttt!!!!
Salam,
Mira
Noted. Revisi 1