CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 20 Maret 2013

Prompt #6: Tuan Black

Noura menggeliat berusaha lepas dari security. Sebelum pintu benar-benar tertutup, dia masih sempat berbalik dan berteriak, “Saya sudah mencari anda bertahun-tahun, Tuan Black. Tiga hari lalu saya melihat facebook anda dan menemukan kisah yang sama seperti yang selalu diceritakan Ibu saya.”

Tuan Black tetap masuk ke kantornya tanpa menghiraukan Noura yang berteriak-teriak. 

"Ibu anda sakit Tuan Black!!!" Teriak Noura sebelum pintu kantor tertutup.

"Ibu??" Mendengar Noura berbicara tentang ibu, Tuan Black langsung berbalik arah menuju Noura.

"Lepaskan dia pak!" Perintah Tuan Black kepada security.

"Kamu!! ikut saya!!" Tuan Black menunjuk Noura.

Dengan terburu-terburu Tuan Black melangkah menuju kantornya. Setelah Noura masuk, dia langsung menutup pintu rapat-rapat. Sepertinya Tuan Black takut para pegawainya tahu apa yang akan ia bicarakan.

"Ibuku? apa maksudmu dengan Ibuku? Kisah apa yang kamu maksud?" Pertanyaan bertubi-tubi dilontarkan Tuan Black ke Noura.

"Begini Tuan, Ibu saya, maksudnya Ibu Tuan Black sedang terbaring lemah di rumah sakit. Beliau menyuruh saya, anak angkatnya untuk mencari anda. Kemarin saya tidak sengaja menemukan profil anda di FB, kemudian saya tunjukkan kepada ibu. Dan ibu mengakui bahwa anda adalah anaknya yang tidak mengakuinya sebagai ibu setelah anda menikah dengan karmila anak pejabat yang kaya raya. Benarkah begitu? Ini foto ibu saya Tuan." Noura memberikan foto ibunya yang ada di ponselnya.

"Apakah itu Ibu anda Tuan? " Noura kembali bertanya.

Tuan Black diam tak bergeming. Dia terpaku melihat foto-foto ibu. Tangannya bergerak-gerak sibuk melihat foto-foto ibu lainnya.

"Tenang Tuan, saya tidak meminta anda untuk membiayai biaya pengobatan ibu dirumah sakit. Saya hanya ingin anda melihatnya sekali saja. Itu permintaan terakhir beliau kepada saya. Ijinkan saya berbakti kepada ibu tuan, karena beliau telah merawat saya sejak beliau kehilangan tuan." Pinta Noura dengan mengiba.

Tak terasa mata Tuan Black berkaca-kaca. Sepertinya ia binggung harus bagaimana sekarang? Itu yang terlihat oleh Noura.

"Tinggalkan nomer teleponmu, dan nama rumah sakit serta nomer kamarnya. Aku ada urusan sebentar lagi." Ucap Tuan Black.

Setelah meninggalkan pesan, Noura langsung pamit. Dalam hati Noura berpikir, akankan tuan Black datang  menjenguk ibu?

*** 330 kata ***




Senin, 18 Maret 2013

Qila : Pokoknya Jadi Pembalap!!!


Situasi  " Magrib"


Papa      : “Kakak, besok klo dah besar mau jadi apa?”

Qila        : “ Pembalap pap! “

Papa      : “Loh, ga bisa donk, kan kita ga punya mobil. Mau balapan pake apa? Harusnya kakak jadi dokter dulu, ato kerja dulu, punya uang , trus beli mobil. Baru jadi pembalap.”

Qila        : “Pembalap itu klo menang dapet piala ma uang papaaaaa”

Papa      : “Iya, tapi pembalap itu harus punya mobil, dapet uang dari mana buat beli mobil?”

Qila        : “Ih papa, pembalap itu kerja papa!!!” *kesel*

Papa      : “Dengerin kak, sekarang kakak punya mobil ga?”

Qila        : “Engga!”

Papa      : “ Beli mobilnya pake apa? Buat balapan?”

Qila        : “ Kan klo menang balapan dapet uang buat beli mobil” *tetep keukeh*

Papa      : “Nah, klo menang? Klo kalah gimana?? Balapan harus beli mobil dulu, jadi balapan itu Hobi kak. Kalo kakak dah kerja, jadi apa aja bukan pembalap. Gajian, punya uang buat beli mobil. Baru bisa balapan. Bener kan? “

Qila        : “Pokoknya qila mau jadi pembalap!” *duduk membelakangi papa sambil sedakep tangannya, ceritanya ngambek*

Papa      : “Jadi kakak klo dah besar mau jadi apa?”

Qila        : *langsung pergi*
***
Aku ? ngekek tentunya hahhahaha *DUT!!!* hadehhhh… wudhu lagi deh :(


Prompt #5: Dilema

Roni menghempaskan lembaran itu ke lantai. Marni terdiam melihat Roni yang tampak gelisah.

"Tidak, jangan sekarang. Kasihan Ririn jika dia tahu tentang ini semua." Ucap Roni pada dirinya sendiri.

"Tapi pak, lalu kita harus bagaimana dengan pak Sungkono?" Jawab Marni putus asa.

"Biar bapak yang pikirkan. Sekarang kamu siap-siap. Sebentar lagi pak Sungkono akan datang. Kita bilang saja Ririn sedang keluar kota." Jawab Roni.

***

Marni lalu menelepon Ririn agar menginap dirumah budenya malam ini. Awalnya Ririn heran, tetapi dengan janji yang diucapkan ibunya Marni, bahwa ia akan menceritakan semuanya besok lusa, Ririnpun menuruti apa kata ibunya.

Jam 7 malam pak Sungkono datang dengan anak buahnya. Dia kecewa kenapa Ririn tidak ada.

" Roni! kenapa Ririn tidak ada? bukankah kamu tahu maksud kedatanganku kesini?" Ucap pak Sungkono dengan kasar.

" Maaf pak Sungkono, Ririn ternyata lembur hari ini, jadi dia menginap dirumah temannya malam ini. Harap maklum. Dia kerja diluar kota, kalau pulang, pasti kemalaman, kasian anak perempuan pulang kerumah tengah malam " Jawab Roni dengan halus. Ia takut pak Sungkono marah.

" Ingat surat perjanjian kita Roni, jika kamu tidak menepatinya. Kamu tahu sendiri akibatnya! " Ancam pak Sungkono.

" Saya mengerti pak" Jawab Roni.

Lalu pak Sungkonopun pergi dengan kecewa. Ia bahkan tidak mengicipi gorengan yang disuguhkan Marni.

" Bagaimana pak? ibu sudah terlanjur berjanji dengan Ririn akan bercerita esok lusa ketika dia pulang. Apa kita harus jujur saja pak. Walaupun itu menyakitkan. Biar Ririn yang putuskan. " Ucap Marni dengan sedih.

" Ya sudah, kamu saja yang cerita. Bapak tahu, kamu sebagai ibunya tahu bagaimana caranya berbicara pada Marni. Sekarang, bereskan semuanya. Lalu kita tidur. Bapak pusing bu." Jawab Roni.

***
 " Begitu ceritanya Rin, maafkan bapak ibu jika tidak menceritakan sebelumnya tentang surat perjanjian ini, jujur Rin, ibu bingung. Ibu takut kamu kecewa. "  Marni bercerita ke Ririn dengan mata berkaca-kaca.

" Bu, sebenarnya ada yang mau Ririn ceritakan bu, hanya saja Ririn kaget mendengar cerita ibu." Air mata Ririn tumpah.

" Kenapa Rin, ada cerita apa? lebih baik kita saling terbuka Rin, siapa tahu ada jalan keluar terbaik. " Ucap Marni dengan isak tangis.

" Sebenarnya Ririn juga mau menikah bu, dengan keluarga pak Sungkono. Tapi bukan dengan pak Sungkono sebagai istri ke tujuh bu, sesuai dengan perjanjian bapak ibu, Tapi... " Ririn terdiam

" Tapi apa Rin? " ucap Marni penasaran.

" Tapi.. dengan Kurni anaknya pak Sungkono dari Istri ke duanya bu... Ririn hamil... " Tangisan Ririnpun semakin keras.

Marni merasa semuanya gelap.

***

Kata : 410




Senin, 11 Maret 2013

Prompt #4: Boneka Bayu

http://www.trimex.co.uk/images/productphotos/98762898AP12103-2.jpg
http://www.trimex.co.uk/images/productphotos/98762898AP12103-2.jpg
Bayu bersedih. Baru saja, Risa, tetangganya datang kerumah Bayu untuk marah-marah.Dia tidak terima boneka kesayangannya rusak. Jujur, Bayu lupa kalau boneka itu boneka kesayangan Risa. Bayu kira itu hanya boneka biasa. Boneka bayi palstik yang berpakaian baju bayi milik Risa dahulu. Bayu masih penasaran, dirinya tidak merasa merusak boneka Risa. Apa Yang rusak?

Bayu ingat ia lupa meminta ijin ke Risa untuk meminjam boneka bayinya untuk di jadikan alat bantu didalam ekstrakulikuler Dokter Kecil. Sore itu ia hanya meminta ijin ke Ibu, ya, ibunya Risa sudah Bayu anggap sebagai ibunya sendiri. Setelah ibunya Bayu meninggal 5 tahun lalu karena penyakit kanker. Apa karena tidak bilang ke Risa? Dia jadi marah?

Boneka itu terbuat dari plastik. Harganya murah. Semuanya terbuat dari plastik, rambutnya saja lucu, bentuk dikepalanya sengaja timbul, sehingga tinggal diberi cat berwarna hitam yang menunjukkan bahwa itu rambut. Matanya juga hanya ditempeli stiker mata. Pokoknya boneka yang murah. Awalnya Bayu ingin membeli boneka, hanya ia malu untuk membeli. Toh, hanya dipakai sekali, jadi lebih baik ia pinjam boneka Risa.

Esoknya Bayu pergi kerumah Risa untuk menanyakan, kerusakan apa yang telah ia perbuat dengan boneka Risa.

"Ris, memang boneka kamu rusak yang mananya sih?" ujar Bayu pelan-pelan. Ia takut Risa marah kembali.

"Aduhhh Bayu, masa kamu ga ngerasa sih sudah ngerusakin bonekaku?" jawab Risa dengan emosi.

"Nih, liat perbuatanmu!!!" Risa menunjukan lubang dipantat bayi tersebut. 

"Kamu pasti yang bolongin dengan pulpen kemarin, soalnya pas aku mandiin, bayinya kok ngompol melulu, aku heran, ga baisanya bayiku ngompol. Ternyata ada lubang di pantatnya." Risa menambahkan.

"Oalah... bukan aku Ris, mungkin Asep yang bolongin, soalnya kemaren dia minjem juga bonekamu." ujar Bayu membela diri.

"Tapi kamu kan yang minjem Bayu, harusnya kamu jaga. Pokoknya aku marah sama kamu. TITIK!" Risa langsung menutup kamarnya dengan kencang. Membiarkan Bayu termenung di depan pintu kamar Risa.

==== Keesokan Harinya ====
"Ibu! Lihat! Aku bawa boneka untuk Risa!"

Ibu tersenyum kemudian berkata, “Lucu sekali. Mudah-mudahan Risa suka. Ibu antar ke kamarnya sekarang?”

Bayu mengangguk senang.

"Bayu, inikan boneka mahal, dari mana kamu dapat uang? minta ke ayah ya?" tanya ibu dengan lembut.

"Bayu pecahin celengan bu, abisnya Bayu merasa bersalah sudah teledor menjaga boneka Risa." jawab Bayu.

Sampai didepan kamar, ibu menjelaskan ke Risa bahwa Bayu memecahkan celengannya agar Risa mempunyai boneka baru. Ibu membujuk agar Risa mau memaafkan Bayu. Setelah tahu bahwa Bayu merasa bersalah, Risa akhirnya memaafkan Bayu. Merekapun berpelukan saling meminta maaf.




Sabtu, 23 Februari 2013

Aqilah : "Bohong Ke Papa Yuk!"

Mini Cake :)

Ada yang lucu kemarin (22/02) ketika papa berulang tahun. Seperti biasa semenjak menikah, ada kebiasaan khusus membeli kue mini untuk happy-happy'an. Kapan lagi makan kue tart, setahun sekali, itu alasan yang tepat hahahahhaa.

Tapi kebiasaan membeli kue ultah menjadi 'harus' ketika saya dan suami tahu bahwa aqila suka banget sama tiup lilin kue tart. Katanya dia mau setiap hari tiup kue yang ada cherrynya. Hihihih lucu, jadi kalau kue itu ga ada cherrynya berarti bukan kue ulang tahun. #ada-ada saja imaginasi anak kecil

Sengaja saya pulang lebih awal 30 menit dari jam pulang kantor 16.15. Saya ingin membeli kue untuk papa. Karena kemarin beliau sudah bantu-bantu beberes rumah dan bantu mempersiapkan acara pengajian 4bulanan. Mulai dari ambil kue yang dipesen, beberes ruang pengajian, sampai mengoreng 'kroket' saat acara pengajian berlangsung. Waaaaaaaaaa pokoknya pengen buat papa terkesan deh di hari ulang tahunnya.

Kado sederhana sudah saya beli pas jum'atan. Dah di bungkus dengan kertas kado kertas HVS yang di print gambar 'lope-lope' #ga modal banget. Dan tak lupa kado kecil untuk aqila juga. Ya, seperti biasa, dia pasti minta kado juga, jadi ada antisipasi kalau-kalau dia ngambek kenapa hanya papanya saja yang dikasih.

==perjalanan pulang naik motor sama qila==

"Mam itu apa?" jarinya menunjuk ke kardus kue tart.

"O.. itu kue ulang tahun papa"

"aqila dibeliin juga kan?"

"Ga, satu aja buat papa"

"kenapa engga mam? kan aqila juga mau tiup lilin juga" 

"Ya udah, nanti setelah papa tiup, aqila tiup juga"

"Qila yang pertama ya mam, baru papa. Besok-besok, mama jangan lupa beli kuenya 2, kasian temen qila kan mau makan juga kuenya"

"Iya.. dah diem dulu ya, mama lagi bawa motor. Nanti jatoh loh kalau ngobrol mulu, dah... aqila pegangan aja yang kenceng"

==Dirumah menunggu papa pulang ===
"Qila nanti klo papa pulang qila diem aja ya, kan kita mau ngasih kejutan!" aku berkata sambil menaruh kue di dalam kulkas.

"Mam, kita bohongin papa aja, bilang aja kuenya belum beli, trus papa pas buka kulkas kaget. Ehhhh ternyata ada kuenya. gitu mam?" kata aqila dengan muka antusias.

"Hussttt kok bilang-bilang papa beli kue? jangan dong, kitakan mau kasih kejutaan. Kan kita juga ga boleh bohong?" balasku.

"Ya udah, kita pura-pura bohong aja mam, bilang ke papa kuenya ga ada" Tetep ngotot soal bilang kue.

"udah, qila tenang aja, nanti pokoknya qila diem aja klo papa dateng" 

===

Biar oke kejutannya, maka kue saya bawa ke depan, di pintu masuk. Biar pas papa buka gerbang, saya nyalakan lilin, dan ketika papa buka pintu, langsung deh mau bilang SELAMAT ULANG TAHUN PAPA!!. Itu yang ada diimaginasi saya.

Kenyataannya................... 

Pas, papa buka gerbang, saya langsung menyalakan lilin. Aduhhh kenapa lilinnya susah nyala #panik# apa masih baru jadi rada lama nyala sumbunya. Mana pentul korek api cuma lima, dan sudah mati 2, padahal masih ada 2 lilin yang belum saya nyalakan. Dan saya yakin itu akan membutuhkan lebih dari 2 pentul korek api. Waduh saya langsung tambah panik. Langsung saya cabut 1 lilin yang nyala dan menyalakan lilin yang lain dengan lilin tersebut. 

Eh.... la...da...lah... aqila lari ke depan menyambut papanya sambil bilang "Papa cepetan... mama lagi nyalain lilinnnn!!!!! " GUBRAK!!!!!!! langsung saya berteriak "Qilaaaaaaaaaaaaaaa!!! diem!! "

Ya, tahu dong gimana akhirnya T.T   #mukasedih    Ya udah deh.... pasrah saya :( 

Dan akhirnya upacara nyanyi dipimpin oleh qila.. dan peniupan 3 lilin dilakukan oleh qila dan papa. Qila 2 lilin yang di tiup dan papa akhirnya 1 lilin.

Alhamdulillah papa seneng sama kadonya.... seneng sama kejutannya.. #mudah-mudahan bener-bener terkejut.

Dan.. sepanjang malam aqila bilang "selamat ulang tahun papa" lebih dari 5 kali. Dan itu yang buat papa senang... mereka pun sering berpelukan...

NYES!!! rasanya liat papa qila berpelukan... senangnya tak terkira :)

Happy B-day Pap, Makasih ya.... untuk semuanya.. semoga papa tambah cinta ma mama dan qila, Semoga Rejeki papa mengalir lancar dan tentunya Sehat terus.. Ayooo kurusin badan :)

Love,

mama-qila

Karena baju kerja kotor, kaos singlet deh :)








Senin, 11 Februari 2013

Prompt #3: Telat Party!


Sumber www.crumbzcatering.co.uk

“Say, jangan lupa ya besok aku tunggu di Birthday party Cinta. Inget loh, tema sexy party“ 

Begitulah BBM yang Ratna terima dari Linda teman SMAnya dahulu. Langsung saja Ratna jawab dengan satu kata “OK”

Masih teringat dahulu kisah asmaranya di SMA kandas karena sang pacar berselingkuh dengan Cinta. Terbesit rasa ingin membalas perbuatan Cinta dulu dengan cara merebut Rino dari tangan Cinta. 

Dari informasi yang Ratna dapat, Rino suka sekali dengan type cewe  yang “sexy” dan sintal. Dan Ratna percaya bahwa dia termasuk cewe kategori yang Rino suka. Baju sexy sudah ia siapkan dua hari setelah undangan pesta di terima. Hanya ada satu alasan kenapa Cinta mengundang Ratna, yaitu ingin meminta maaf atas kesalahan yang Cinta buat dahulu..

“Ting!” suara BBM masuk dari teman pengajian mingguan yang Ratna ikuti.

Setelah di baca, batin Ratna gelisah memikirkan alasan apa yang harus ia sampaikan ke Hj. Aisyah, ketua pengajian. Karena acara pengajian tersebut dimajukan  1 hari sebelumnya, dan waktunya sama dengan party-nya Cinta. 

Tanpa berpikir panjang Ratna membalas BBM Hj. Aisyah “Insyaallah bu Hj, kalau waktunya keburu Ratna datang, karena Ratna ada janji ingin mengantar mama control kerumah sakit”. 

Hari H

Sore hari Ratna pulang kerja dengan perasaan yang kacau. Dari pagi sampai sore ia menjadi bulan-bulanan Big bos, padahal kesalahannya hanya sedikit di rapat pagi tadi. Sepertinya Big bos tidak bisa menerima alasan yang Ratna kemukakan. Dan akhirnya Ratna disuruh ini lah, itu lah, dimarahi yang tidak jelas lah, pokoknya Ratna menganggap hari ini hari tersial yang pernah ia alami selama bekerja 2 tahun terakhir. 

Syukurlah Ratna ingat kalau nanti sore sebelum ke pestanya Cinta, dia sudah membuat janji di Salon langganan, sehingga Ratna bisa relax sejenak. Ia ingin terlihat cantik dimata Rino nanti. Baju gaun sexy dengan belahan dada terbuka, dan belahan paha yang tinggi sudah ia persiapkan. Pokoknya Ratna menjamin, setiap mata lelaki yang ada di pesta tersebut akan menuju padanya bukan ke Cinta yang berulang tahun.

Selesai dari salon, Ratna panik. Karena jam menunjukan pukul 19.30 WIB, padahal partynya dimulai pukul 20.00 WIB. Ia tidak mau terlambat, karena rencananya akan gagal. Ratna ingin sekali tiba sebelum para tamu datang. Ia ingin berdiri di dekat pintu masuk, sehingga para tamu mengagumi  ia dahulu sebelum bertemu Cinta. Sekilas Ratna melihat alamat yang ada diBBM. Dengan perasaan deg-degan, Ratna ngebut mengendarai mobilnya. 30 menit kemudian Ratna sudah sampai dikomplek perumahan yang tertera di BBM. Banyak mobil yang parkir, sehingga mobil Ratna harus parkir agak jauh dari rumah yang dituju. 

"Gawat!"

Aku melirik jam di tangan, sudah lewat 3 menit! Kupercepat lariku, walaupun tahu bahwa itu hanyalah usaha sia-sia. Aku sudah telat!

"Tidak apa-apa," kataku menenangkan hati.

Aku mulai memasuki ruangan dan mengetuk pintu. Seketika semua mata di dalam ruangan ini melihat ke arahku.

Deg!

Ya, Allah, ternyata yang ia baca alamat pengajian Hj Aisyah.

Seketika ruangan menjadi gelap.

======= End======

Total :471 kata.


Fiksi ini buat seru-seruan di acaranya Mak Carra di Prompt Challenge,
Bersemangat!!!!!!!!!

maap telat :p
 




Jumat, 08 Februari 2013

Review Buku : The Book With No name


Semua berawal dari sebuah batu yang bernama Mata Rembulan. Ada kisah mistis tentang batu itu, dengan memiliki batu tersebut, seseorang bisa menghentikan waktu gerhana matahari selama 5 tahun.  Sehingga sebuah kota menjadi gelap gulita.
Dok. Pribadi
Di Pulau Hubal terdapat kuil Herere yang berisi para biarawan yang menjaga Batu Mata Rembulan. Ketika mengetahui batu tersebut hilang di curi, Pendeta / Bapa Taos memerintahkan biarawan Peto dan Kyle untuk mencari batu tersebut sebelum gerhana matahari terjadi. Ya, gerhana itu terjadi 3 hari lagi. Satu-satunya tempat dimana mata rembulan itu ditunggu-tunggu adalah Kota Santa Mondega.

Kota Santa Mondega. Kota yang sudah dianggap hilang dari peta Negara AS dan lebih dikenal sebagai kota para pendosa. Di kota ini kejahatan banyak sekali terjadi. Pembunuhan bukan dianggap sesuatu yang WOW, tetapi sesuatu yang biasa terjadi.

(5 tahun lalu)
Tempat yang terkenal di Santa Mondega adalah Bar Tapioca. Pemiliknya Sanchez adalah orang yang benci dengan hadirnya orang asing. Ya, dia punya kebiasaan buruk memberikan minuman air kencing. Lima tahun yang lalu Sanchez juga memberikan air kencing kepada Bocah Bourbon. Dia terkenal sebagai Bocah Bourbon, karena setelah meminum minuman keras type bourbon, sang bocah lalu kalap membunuh semua orang disekitarnya di bar Tapioca. Kecuali Sanchez karena dia berlindung di bawah meja bar.

Diluar bar Tapioca, Bocah tersebut juga membunuh banyak orang sepanjang jalan yang ia lewati. Sehingga situasi saat itu benar-benar sebagai bencana besar di saat Gerhana Matahari. Saat itu Sanchez melihat seorang wanita yang kena tembakan 30 butir, tetapi masih selamat. Jessica namanya. Karena rumah sakit penuh dengan orang yang di bantai si Bocah, maka Sanchez membawa Jessica kerumah adik iparnya yang mantan perawat. Sanchez berharap Jessica dapat tertolong. Tetapi Jessica koma selama 5 tahun, kemudian Jessica sadar, dan mengalami amnesia. Sanchez sendiri percaya bahwa Jessica memiliki ‘sesuatu’ yang bisa menolong kota Santa Mondega dari kebiadapan Bocah Bourbon.

(5 tahun kemudian)

Hanya Sanchez yang tahu bagaimana wajah dari Bocah Bourbon. Semenjak kejadian 5 tahun lalu semua pembunuhan yang terjadi di kota Santa Mondega selalu dikait-kaitkan dengan Bocah Bourbon. Salah satunya yang sangat terobsesi untuk menangkap Bocah Bourbon adalah detektif Archibald Somers. Dia mempercayai bahwa dalang dari semua pembunuhan sadis adalah Bocah Bourbon.
.
Somers mendapat bantuan dari pemerintah AS seorang detektif spiritual Miles Jensen. Mungkin pemerintah pusat AS percaya bahwa ada sesuatu hal mistis yang terjadi di Santa Mondega sehingga banyak sekali terjadi pembunuhan. Dan tugas Jensen adalah menyelidikinya, ia juga mempunyai perintah rahasia dari pemerintah pusat. Dan Jensen tahu, rahasia tersebut tidak boleh bocor ke pihak polisi setempat.

Dalam penyelidikannya Jensen menemukan sesuatu yang ganjil, nama korban pembunuhan yang ‘kata’ detektif Somers dilakukan oleh Bocah Bourbon, semua korban yang dibunuh pernah meminjam buku di perpustakaan kota berjudul Buku Tanpa Judul (Book with no name), pengarang ‘seseorang tanpa nama / Anonymous ‘. Semua korban dibunuh dengan sangat sadis dan sama percis. Mata dicungkil dan lidah ditarik keluar, serta organ dalam tubuh amburadul kemana-mana. Sungguh mengerikan.

Dalam pencarian Batu Mata Rembulan, Peto dan Kyle menemui banyak kendala. Dari uangnya di rampok, harus membunuh orang, berkelahi, padahal mereka seorang biarawan yang pantang melakukan hal-hal buruk. Banyak orang yang mereka temui untuk menemukan Batu Mata Rembulan tersebut. Menurut info yang mereka dapat,  batu rembulan tersebut di curi oleh Jefe, si pemburu hadiah.


Batu tersebut sangat berharga bagi Jefe, karena pesanan Bos penjahat di Santa Mondega, El Santino. Tapi karena kecerobohan Jefe, batu itu dicuri dan berpindah tangan ke pasangan Dante dan Kacy. Nah, dari sini cerita seru dimulai. Batu tersebut banyak berpindah tangan, satu yang pasti, semua orang yang berhubungan dengan batu tersebut akan meninggal dengan cara yang sangat mengerikan.

Lalu, apakah peto berhasil mendapatkan mata rembulan sebelum gernaha matahari tiba?? Siapakah bocah bourbon?

Jadi penasaran kan?? Ceritanya bagus dan menarik.


Hanya saja alur cerita yang bolak balik membuat kita harus ekstra ingatannya. Ditambah nama yang agak ‘aneh’. pembunuhan semuanya diceritakan dengan detil, sehingga kita yang membayangkannya akan merasa ngeri. Tetapi, di ujung cerita ada hal yang tak terduga, kaget, oh, ternyata tebakan kita salah selama ini dan 'sesuatu' yang membuat kita kesal di bab terakhir. Apakah itu??

Hihihihi pokoknya baca aja #sok rahasia

Untuk rating buku ini BINTANG 3,5  dari  5 bintang #hahhahaha suka2 aku kan??

Note : Buku ini punya ibu Tiurida Lily Anita
Dan buku ini termasuk dalam Book Traveling Campaign